Metode Pelaksanaan : Pekerjaan Mekanikal & Listrik

- Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, kontraktor menunjukkan contoh material, tipe, dan juga merk yang akan digunakan utuk mendapatkan persetujuan.
- Pengadaan material untuk Pekerjaan elektrical disimpan di sekitar lokasi terdekat dengan area pekerjaan dan melindungi dari kemungkinan kerusakan material menyebabkan benturan perangkat keras, sedangkan material yang lain disimpan gudang tertutup.
- Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan Gambar Desain, RKS dan Spesifikasi Teknis Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal.
- Oleh sebab itu, pelaksanaan pekerjaan Elektrikan dan Mekanikal sesuai dengan perencanaan dan membutuhkan kontrol yang berkelanjutan.
SISTEM PERALATAN
Sebagai salah satu penunjang utama dari Sistem Pelaksanaan, maka Sistem Peralatan yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang keberhasilan suatu Sistem Pelaksanaan. Secara umum Sistem Peralatan diuraikan sebagai berikut :
Peralatan yang dipergunakan :
- Alat Ukur
- Kamera Digital
- Theodolite
- Waterpass
- Alat Potong Keramik
- Compressor
- Concrete Mixer
- Concrete Vibrator
- Tampin Rummer
10. Compactor
11. Jack Drill
12. Jack Hammer
13. Mesin Las
14. Pompa Air
15. Roll Meter Jalan
16. Scafolding
17. Stamper
18. Baby Roller
19. Buldozer
20. Crowler Crane
21. Mesin Bor Pile
22. Pipa Tremi dia. 300 mm
23. Mata Bor Pile
24. Excavator
25. Generator Set 150 KVA
26. Loader
27. Lift Material
28. Passanger Lift Double
29. Walls
30. Dump Truck
31. Mobil
32. Sepeda Motor
33. Truck Air
VI. TENAGA KERJA
Salah satu penunjang utama untuk keberhasilan Sistem Pelaksanaan adalah pengadaan tenaga kerja
A. Kriteria
1. Kemampuan kerja yang baik
2. Pengalaman yang cukup
3. Kedisiplinan kerja
4. Kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik
5. Loyalitas
B. Pengelompokan
1. Setiap jenis pekerjaan dilaksanakan oleh bagian yang mempunyai tenaga kerja dengan kemampuan sesuai dengan jenis pekerjaan (spesialisasi).
2. Didalam setiap bagian, dibagi menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan pembagian Wilayah kerja dengan penanggung jawab kelompok
3. Setiap penanggung jawab kelompok dipilih orang yang cukup berkemampuan dan berpengalaman dalam hal tersebut, sehingga koordinasi dan komunikasi untuk dan antar kelompok dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
C. Kegiatan
1. Penjadwalan mobilisasi tenaga kerja sesuai dengan jadwal utama pekerjaan
2. Mobilisasi tenaga kerja sesuai jadwal.
3. Koordinasi Lapangan secara rutin.
4. Pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang diawasi oleh bagian kontrol.
5. Laporan dari penanggung jawab pekerjaan secara rutin.
VII. PENGENDALIAN
Didalam setiap pelaksanaan pekerjaan kami selalu melakukan pengendalian pekerjaan yang berpedoman pada peraturan, syarat-syarat dan spesifikasi teknis yang ada sehingga menghasilkan pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan.
A. Pengendalian Kuantitas (Quantity Control)
Meliputi penghitungan kembali mengenai volume (material dan tenaga kerja) setiap pekerjaan dan perhitungan kekuatan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan se-efisien mungkin dan aman.
B. Pengendalian Kualitas (Quality Control)
Meliputi pengawasan terhadap mutu material dan tenaga kerja yang akan digunakan, mengawasi cara pelaksanaan yang dilakukan, menganalisa apakah mutu pekerjaan yang sedang atau telah dilaksanakan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan (test tanah, test beton, test besi, dll).
C. Pengendalian Keamanan dan Keselamatan Kerja
1. Meliputi pengawasan terhadap keamanan penyimpanan material, peralatan dan lokasi pekerjaan serta pengawasan terhadap Keselamatan tenaga kerja terutama pada kegiatan-kegiatan yang umumnya mempunyai resiko yang amat tinggi.
2. Berdasarkan pada peraturan yang berlaku dalam hal keselamatan kerja, maka akan diberlakukan suatu cara yang memperhatikan keselamatan dalam bekerja.
Pengendalian-pengendalian ini dilaksanakan mulai dari sebelum setiap pekerjaan dimulai, selama setiap pekerjaan dilaksanakan, dan selesainya setiap pelaksanaan pekerjaan.
Hal ini memungkinkan hasil pekerjaan dapat sesuai dengan yang diharapkan serta menghindarkan semaksimal mungkin kesalahan-kesalahan pelaksanaan di lapangan.
Beberapa Staf yang akan bekerja dibagian ini adalah yang mempunyai kemampuan, tanggung jawab dan pengalaman yang cukup untuk pekerjaan tersebut.
Jadwal Pelaksanaan
Dalam melaksanakan pembangunan diharuskan untuk mengatur rencana kerja dari unit-unit pekerjaan. Pengaturan rencana kerja ini meliputi kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan material/bahan, kebutuhan waktu dan transportasi/pengangkutan.
Dari pembuatan jadwal pelaksanaan ini maka akan didapatkan gambaran lama pekerjaan dapat diselesaikan, serta bagian-bagian pekerjaaan yang saling terkait antara satu dan lainnya.
Sebelum menyusun jadwal pelaksanaan ini yang harus diperhatikan beberapa hal dibawah ini :
- Urutkan langkah kerja tidak boleh terbalik
- Setiap bagian pekerjaan dilukiskan dengan garis lurus sebagai garis kegiatan.
- Panjang garis ditentukan oleh jumlah hari atau jumlah minggu.
- Jumlah hari atau minggu dapat dihitung berdasarkan jumlah tenaga kerja.
- Bagian-bagian pekerjaan dapat digabungkan menjadi satu garis kegiatan.
_________________________
Baca Juga :
- Beton bertulang
- Rangka Atap Bangunan
- Bangunan Rumah Tinggal
- Sejarah Teknik Bangunan Rumah
- Menakjubkan Konstruksi Beton & Baja
- Konstruksi Bangunan
- Talang, Lisplang & Luifel
- Sopi-Sopi
- Setengah Kuda-kuda
- Jurai pd Konstruksi Atap
- Teknik Arsitektur
- Teknik Sipil
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Sipil
- Pekerjaan Kolom
- Pekerjaan Balok & Lantai
- Pekerjaan Pasangan – Finishing
- Pekerjaan Mekanikal & Listrik
—————————
Hotline : 021-5060 6292 / 0888-0112-5713
- email to :
Jasa Kontraktor Bangunan Cost & Fee | Kontraktor Bangun Rumah Mewah – Kontraktor Bangun Ruko – Kontraktor Bangun Gedung Kantor | Kontraktor Bangun Pabrik | Kontraktor Bangun Gudang | Kontraktor Bangun Hotel | Kontraktor Bangun Resort | Kontraktor Renovasi Rumah Idaman – Kontraktor Renovasi Vila – Kontraktor Renovasi Apartemen | Konstruksi Atap Baja Ringan | Pemborong Proyek Bangunan di Jakarta-Indonesia.







