Konstruksi Atap Bangunan - |

Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja Pabrik,Gudang,Wokshop,Ruko,Kantor,Rumah,Hotel, Lapangan Futsal,Soil Test,UjiSondir,Borepile

Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja Pabrik,Gudang,Ruko,SoilTest,UjiSondir,Borepile

Jasa Kontraktor,Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja,Kontraktor Bangun Pabrik,Gudang,Workshop,Ruko,Kantor,Rumah,Hotel,Futsal,Soil Test,UjiSondir,Borepile

Jasa Kontraktor,Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja,Kontraktor Bangun Pabrik,Gudang,Workshop,Ruko,Kantor,Rumah,Hotel,Futsal,Soil Test,UjiSondir,Borepile

Jasa Kontraktor,Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja,Kontraktor Bangun Pabrik
Bangun Gudang,Workshop,Ruko,Kantor,Rumah,Hotel,Futsal,Soil Test,UjiSondir,Borepile

Kontraktor Bangunan Jakarta,Konstruksi Baja Pabrik,Gudang,Ruko,SoilTest,UjiSondir,Borepile

Konstruksi Atap Bangunan

Konstruksi Atap

Adalah bagian bangunan yang merupakan “mahkota”, mempunyai fungsi untuk menambah keindahan dan sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pekerjaan atap adalah :

  1. Atap harus serasi dengan bentuk bangunannya sehingga dapat menambah keindahan dari bangunan itu sendiri.
  2. Atap dibuat dengan kemiringan sedemikian rupa sehingga air hujan dapat cepat meninggalkan atap bangunan.
  3. Atap dibuat dari bahan yang tahan dan tidak mudah rusak oleh pengarus cuaca, panas dan hujan.
  4. Atap dapat memberikan kenyamanan bertempat tinggal bagi penghuninya.

Macam-macam bentuk atapyang banyak dipakai untuk bangunan rumah adalah sbb :

  1. Konstruksi Atap datar
  2. Konstruksi Atap pelana
  3. Konstruksi Atap perisai
  4. Konstruksi Atap miring
  5. Atap joglo
  6.  Konstruksi Atap tenda
  7. Konstruksi  Atap gergaji
  8. Konstruksi Atap limas/piramida
  9. Konstruksi Atap Patah
  10. Konstruksi Atap jengki
  11. Konstruksi Atap Runcing
  12. Konstruksi  Atap kerucut
  13. Konstruksi Atap peluru
  14. Konstruksi Atap ½ lingkaran

Secara umum konstruksi atap dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Rangka Atap (Kuda-kuda)
  2. Penutup Atap.

Rangka Atap / Konstruksi Kuda-kuda :

Adalah bagian yang memberikan bentuk pada atapnya dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung penutup atapnya. Konstruksi Rangka Atap / kuda-kuda dapat dibuat dari rangka baja, baja ringan, beton atau kayu.

Rangka Atap / Kuda-kuda dibuat dengan cara merangkaikan beberapa batang (baja, kayu, baja ringan atau beton) yang membentuk suatu konstruksi rangka batang, dengan bentuk dasar segitiga. Untuk menentukan ukuran batangnya (baja, kayu, baja ringan atau beton) dapat dihitung dengan analisa mekanika atau sekarang dapat dilakukan secara instant dengan menggunakan software aplikasi perhitungan struktur seperti SAP2000, ETABS, SANS, dsbnya.

Penutup Atap :

Adalah bagian yang merupakan pelindung bangunan dari panas, hujan, dan langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu bahan untuk penutup atap haruslah dari bahan yang tidak mudah rusak oleh pengaruh panas, hujan dan udara.

Beberapa bahan penutup atap yang banyak dipakai untuk bangunan adalah sebagai berikut

  • Atap Genting :

Genting kampung (24x32cm) : tipis, ringan, tidak kuat dipijak.

Genting press atau genting kodok (23x29cm)  : dibuat dengan mesin, halus, tebal, dan kuat dipijak.

Pada masa sekarang ada juga genting yang dibuat dari bahan semen yang dicetak dan diantaranya ada yang berwarna (genting warna tiara, genting monier, gentingb beton kerang, dll)

  • Atap Sirap :

Bahan sirap adalah kayu keras yang banyak terdapat di hutan-hutan Kalimantan, yang dibuat menjadi lembaran-lembaran tipis berukuran 8x60cm.

Keuntungan Atap sirap : bahan ringan, setelah disusun menjadi satu mempunyai bentuk yang artistik dan indah, selain itu juga merupakan isolasi panas yang baik sehingga udara dalam ruangan menjadi tidak panas.

Kekurangan Atap sirap : karena merupakan lembaran-lembaran yang kecil, maka air hujan mudah merembes ke sela-sela antara sirap yang satu dengan yang lainnya, akibatnya terjadi kebocoran dalam ruangan yang kadang-kadang sangat sulit mencari titik kebocoran ini. Untuk mengatasi ini sebelum sirap-sirat ini dipasang, terlebih dahulu diberi lembaran-lembaran seng plat atau triplex dan dilapisi dengan lembaran alumunium voil, yang akibatnya harga konstruksinya menjadi mahal.

Bahan lain yang sejenis dengan sirap adalah : genting Tegola, sirap beton.

  • Asbes Gelombang

Keuntungan asbes gelombang sebagai penutup atap adalah mudah dan cepat pemasangannya karena tidak memerlukan usuk dan reng, yatu langsung dapat diletakan pada balok gording.

Kekurangannya apabila terjadi keretakan atau rusak, maka harus mengganti dengan lembaran asbes baru yang utuh, juga bukan isolasi panas yang baik, sehingga runagan dibawahnya akan menjadi panas.

Asbes ini ada yang mempunyai gelombang kecil dan gelombang yang besar sedangkan ukurannya merupakan standar pabrik yang dapat dilihat pada masing-masing brosurnya.

Bahan penutup atap lainnya yang mempunyai ukuran besar adalah : seng logam, seng fibre glass,kaca, dll.

Kemiringan atap selain ditentukan dari segi keindahan dan selera juga ditentukan oleh bahan penutup atapnya. Untuk penutup atap dari genting atau sejenisnya kemiringan atap minimum adalah 35’, sedangkan untuk penutup atap dari asbes atau berukuran besar kemiringan boleh hanya 10’.

Kemiringan atap juga tidak boleh terlalu besar atau lebih dari 60’ karena selain pemakaian bahan rangka atapnya menjadi lebih banyak , juga genting-gentingnya harus dipasang dengan sekrup pada rengnya agar tidak mudah lepas.

Tags:

Leave a Reply

Home | About Us | Contact Us | Articles | FreeDownload | Our Services | Why Us | Our Projects
Copy Right©2008 Grahabangunjaya.com Alrights  Reserved, Powered by SIENTech.com
Kontraktor Bangunan Jakarta | Konstruksi Baja Pabrik | Gudang | Ruko | SoilTest | UjiSondir | Pondasi Borepile | Tiang Pancang

Info Design & Kontraktor Indonesia

Your Ip Is: 23.22.136.56
Date: 18-12-2017